Senin, 16 November 2015

Identity Disorder

Kejiwaan manusia pasti berbeda setiap individunya. Manusia diciptakan untuk menjadi individunya yang berbeda - beda yang memiliki ciri khas tersendiri. Tetapi, tidak dapat dipungkiri juga bilamana ada beberapa individu yang memilikik kejiwaan yang berbeda tidak seperti selayaknya manusia biasa. maksud dari ini yaitu ada beberapa jenis gangguan kejiwaan pada manusia. Gangguan kejiwaan yang dimaksud dapat berpotensi membahayakan, melukai atau mengancam jiwa sang manusia aatu individunyha sendiri serta orang lain disekitarnya. Salah satu contohnya adalah “Multiple Identitiy Disorder" artinya Gangguan Identitas Disosiatif atau bisa sama dengan Gangguan Identitas Jenis Kelamin.
Gangguan Identitas Disosiatif adalah gangguan jiwayang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta caara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Ciri-ciri umum penderita:
1.      Penderita mengalami perasaan tidak nyata, merasa terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental
2.      Penderita merasa tidak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sebagai oranng yang asing atau tidak nyata
3.      Mengalami distorsi waktu, amnesia dan penyimpangan waktu
4.      Berubah-ubahnya kondisi penderita terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain
5.      Sakit kepala dan keinginan untuk bunuh diri
Gangguan Identitas Jenis Kelamin atau Gender Indentification Disorder adalah suatu kondisi yang memiliki karakteristik berupa perasaan tiadk nyaman atu rasa ketidaksesuaian yang menetap terhadap anatomi seksual yang dimilikiny. GID sering disebut juga transeksualisme, dapat juga didefinisikan sebagai perbedaan antara jenis kelamin psikologis dan seks morfologi, biologi, dan sosial yang sering dianggap “non-self” dan milik lawan jenis. Etiologi gangguan ini belum jelas.
Gangguan identitas diri termasuk juga pada golongan gangguan konsep diri. Gangguan konsep diri merupakan suatu kondisi, suatu keadaan dimana individu mengalami atauberesiko mengalami kondisi perubahan perasaan pikiran atau pandangan dirinya sendiri yang negatif (carpenito, 2001). Salah satu gangguan konsep diri tersebut yaitu identitas diri. Identitas diri merupakan kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sinteasa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh (Stuart, 2007). Seseorang yang mempunyai perasaan identitas yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada duanya. Kemandirian timbul dari perasaan berharga (respek terhadap diri sendiri), kemampuan dan penyesuaian diri seseorang yang mandiri dapat mengatur dan menerima dirinya.
Orang tua yang kurang berperan dalam menjalankan fungsi keayahannnya akan membawa berbagai dampak yang buruk untuk anaknya. Dampak buruk tersebut contohnya dampak terhadap identitas dan peran seksual anaknya. Seseorang dikatakan menderita gangguan identitas gender bila ia dilahirkan sesuai dengan keadaan biologi yang normal, namun ia sendiri merasa memiliki jiwa yang berlawanan dengan jenis kelamin biologinya saat ini. Akibatnya, sebagian penderita berusaha menghilangkan tanda-tanda kelamin yang asli dan bertindak sebagai lawan jenisnya; sebagian lagi sampai melakukan operasi kelamin. Bila ditelusuri, kurangnya model kepriaan, sebagaimana yang terjadi bila ayah jarang hadir dalam kehidupan anak, akan membuat indentifikasi anak laki-laki lebih kuat kepada figur kewanitaan. Berbagai penelitian menunjukkan hal yang bahwasanya anak laki-laki yang mengalami masalah dalam identitas jenis kelamin lebih banyak memiliki ayah yang kurang peduli dan tidak ambil bagian dalam mengasuh anak tersebut bila dibandingkan dengan anak laki-laki yang tidak memiliki masalah dalam hal yangh sama.
Karateristik khas dari individu gangguan ini yaitu tidak menyukai baju/ pakaian ataupun aktivitas yang biasa dilakukan orang dengan jenis kelamin (fisiknya) dan sering memilih untuk melakukan cross-dressing (memiliki busana atau aksesoris lawan jenisnya), banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan identitas gender, faktor biologis ditengarai menyebabkan gangguan ini salah satu contohnya yaitu karena pengaruh hormon menurut peneliti Bradley dan Zucker (dalam Halgin & Susan, 2003) selain faktor biologis, faktor lingkungan dan keluarga dapat menjadi faktor utama penyebab gangguan identitas disorder ini.
Dalam salah satu kes telah disebutkan bahwa terdapat 3 lelaki islam yang diciptakan mengalami gangguan identitas jentina (Gender Identity Disorder). Mahkamah menerima keterangan yang mengatakan disebabkan oleh gangguan ini mereka telah menzahirkan diri mereka sebagai wanita sejak kecil dan menunjukkan tingkah laku kewanitaan seperti memakai pakaian wanita, menggunakan solekan. Lelaki yang berpakaian wanita ditempat awam merupakan suatu kesalahan dalam kesalahan jenayah syasiah di negeri sembilan. Tiga lelaki yaitu perayu dalam kes ini telah beberapa kali ditahan dan didakwa dibawah perubtukan undang-undang tersebut.

Didalam kisah novel In the Miso Soup, penulis menganalisis gangguan disosiatif dalan dengan menggunakan teori gangguan disosiatif, dengan tujuan memberikan informasi dan wawasan secara jelas mengenai gangguan disosiatif yang dialami oleh frank. Penulis menyimpulkan data dan menganalisis beberapa bagian dalam novel tersebut melalui teori yang digunakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dan studi kepustakaan. Dari analisis tersebut, penulis dapat mengetahui tokokh Fronk mengalami gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif yang dialami oleh tokoh fronk adalah gangguan depersonalisasi dan gangguan identitas disosiatif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar