Kejiwaan manusia pasti berbeda setiap individunya. Manusia
diciptakan untuk menjadi individunya yang berbeda - beda yang memiliki ciri
khas tersendiri. Tetapi, tidak dapat dipungkiri juga bilamana ada beberapa
individu yang memilikik kejiwaan yang berbeda tidak seperti selayaknya manusia
biasa. maksud dari ini yaitu ada beberapa jenis gangguan kejiwaan pada manusia.
Gangguan kejiwaan yang dimaksud dapat berpotensi membahayakan, melukai atau
mengancam jiwa sang manusia aatu individunyha sendiri serta orang lain
disekitarnya. Salah satu contohnya adalah “Multiple Identitiy Disorder"
artinya Gangguan Identitas Disosiatif atau bisa sama dengan Gangguan Identitas
Jenis Kelamin.
Gangguan Identitas Disosiatif adalah gangguan
jiwayang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing
individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta caara
melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Ciri-ciri umum penderita:
1. Penderita mengalami perasaan tidak nyata, merasa
terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental
2. Penderita merasa tidak mendiami tubuh mereka sendiri
dan menganggap diri sebagai oranng yang asing atau tidak nyata
3. Mengalami distorsi waktu, amnesia dan penyimpangan
waktu
4. Berubah-ubahnya kondisi penderita terjadi saat satu
kepribadian bertukar dengan kepribadian lain
5. Sakit kepala dan keinginan untuk bunuh diri
Gangguan Identitas Jenis Kelamin atau Gender
Indentification Disorder adalah suatu kondisi yang memiliki karakteristik
berupa perasaan tiadk nyaman atu rasa ketidaksesuaian yang menetap terhadap
anatomi seksual yang dimilikiny. GID sering disebut juga transeksualisme, dapat
juga didefinisikan sebagai perbedaan antara jenis kelamin psikologis dan seks
morfologi, biologi, dan sosial yang sering dianggap “non-self” dan milik lawan
jenis. Etiologi gangguan ini belum jelas.
Gangguan identitas diri termasuk juga pada golongan
gangguan konsep diri. Gangguan konsep diri merupakan suatu kondisi, suatu
keadaan dimana individu mengalami atauberesiko mengalami kondisi perubahan
perasaan pikiran atau pandangan dirinya sendiri yang negatif (carpenito, 2001).
Salah satu gangguan konsep diri tersebut yaitu identitas diri. Identitas diri
merupakan kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan
penilaian, yang merupakan sinteasa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu
kesatuan yang utuh (Stuart, 2007). Seseorang yang mempunyai perasaan identitas
yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada
duanya. Kemandirian timbul dari perasaan berharga (respek terhadap diri
sendiri), kemampuan dan penyesuaian diri seseorang yang mandiri dapat mengatur
dan menerima dirinya.
Orang tua yang kurang berperan dalam menjalankan
fungsi keayahannnya akan membawa berbagai dampak yang buruk untuk anaknya. Dampak
buruk tersebut contohnya dampak terhadap identitas dan peran seksual anaknya. Seseorang
dikatakan menderita gangguan identitas gender bila ia dilahirkan sesuai dengan
keadaan biologi yang normal, namun ia sendiri merasa memiliki jiwa yang
berlawanan dengan jenis kelamin biologinya saat ini. Akibatnya, sebagian
penderita berusaha menghilangkan tanda-tanda kelamin yang asli dan bertindak
sebagai lawan jenisnya; sebagian lagi sampai melakukan operasi kelamin. Bila ditelusuri,
kurangnya model kepriaan, sebagaimana yang terjadi bila ayah jarang hadir dalam
kehidupan anak, akan membuat indentifikasi anak laki-laki lebih kuat kepada
figur kewanitaan. Berbagai penelitian menunjukkan hal yang bahwasanya anak
laki-laki yang mengalami masalah dalam identitas jenis kelamin lebih banyak
memiliki ayah yang kurang peduli dan tidak ambil bagian dalam mengasuh anak
tersebut bila dibandingkan dengan anak laki-laki yang tidak memiliki masalah
dalam hal yangh sama.
Karateristik khas dari individu gangguan ini yaitu
tidak menyukai baju/ pakaian ataupun aktivitas yang biasa dilakukan orang
dengan jenis kelamin (fisiknya) dan sering memilih untuk melakukan cross-dressing
(memiliki busana atau aksesoris lawan jenisnya), banyak faktor yang menyebabkan
seseorang mengalami gangguan identitas gender, faktor biologis ditengarai
menyebabkan gangguan ini salah satu contohnya yaitu karena pengaruh hormon
menurut peneliti Bradley dan Zucker (dalam Halgin & Susan, 2003) selain faktor
biologis, faktor lingkungan dan keluarga dapat menjadi faktor utama penyebab
gangguan identitas disorder ini.
Dalam salah satu kes telah disebutkan bahwa terdapat
3 lelaki islam yang diciptakan mengalami gangguan identitas jentina (Gender
Identity Disorder). Mahkamah menerima keterangan yang mengatakan disebabkan
oleh gangguan ini mereka telah menzahirkan diri mereka sebagai wanita sejak
kecil dan menunjukkan tingkah laku kewanitaan seperti memakai pakaian wanita,
menggunakan solekan. Lelaki yang berpakaian wanita ditempat awam merupakan
suatu kesalahan dalam kesalahan jenayah syasiah di negeri sembilan. Tiga lelaki
yaitu perayu dalam kes ini telah beberapa kali ditahan dan didakwa dibawah
perubtukan undang-undang tersebut.
Didalam kisah novel In the Miso Soup, penulis
menganalisis gangguan disosiatif dalan dengan menggunakan teori gangguan
disosiatif, dengan tujuan memberikan informasi dan wawasan secara jelas
mengenai gangguan disosiatif yang dialami oleh frank. Penulis menyimpulkan data
dan menganalisis beberapa bagian dalam novel tersebut melalui teori yang
digunakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dan studi
kepustakaan. Dari analisis tersebut, penulis dapat mengetahui tokokh Fronk
mengalami gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif yang dialami oleh tokoh
fronk adalah gangguan depersonalisasi dan gangguan identitas disosiatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar