Selasa, 24 November 2015

garam

Garam

Garam” Yang Menyehatkan

Permasalahan dengan garam bukanlah pada garam itu sendiri tapi pada kondisi garam yang kita makan! Garam meja keseharian kita tidaklah sama dengan garam laut tradisional yang tidak diproses oleh teknologi tinggi. Garam yang diperjualbelikan dipasaran saat ini hanya merupakan sodium klorida dan bukanlah garam ‘asli’. Oleh karena perkembangan industri, garam alami kita telah “dibersihkan secara kimiawi” dan elemen yang diambil hanyalah sodium dan klorida.

Perusahan-perusahan besar memanaskan garam mereka dalam tempat pengeringan dengan suhu mencapai 1200 derajat Fahrenheit, sehingga merubah struktur kimiawi garam dan dimana nantinya berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Garam meja yang kita pakai untuk memasak pada umumnya hanya memiliki 2 atau 3 elemen mineral. Air laut memiliki 84 unsur mineral. Untuk supaya tubuh kita tetap sehat, kita memerlukan semua unsur tersebut. Ketika kita mengonsumsi garam meja, kita kekurangan 81 unsur mineral yang berarti akan membuat kita makin lama makin lemah, tidak seimbang dan gampang sakit.

Sebuah penelitian selama 8 tahun di New York terhadap pemberian garam asli bagi penderita hipertensi menemukan bahwa mereka yang mendapat diet rendah garam memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar akan serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan diet garam normal. Hal ini sangat bertentangan dengan kepercayaan yang ada tentang garam dan hipertensi. Dr. Jeffrey R. Cutler mendokumentasikan bahwa tidak ada keuntungan bagi kesehatan kita jika kita mengambil diet rendah garam (garam asli yang tidak dimurnikan oleh pabrik modern).

Garam adalah bahan vital bagi kesehatan hidup semua makhluk, terutama manusia, dan terutama orang yang mengalami asma, alergi, dan penyakit autoimun.

Garam adalah “obat” yang telah digunakan oleh para penyembuh disepanjang jaman. Pada budaya tertentu, garam bernilai setara dengan emas, dan bahkan beratnya ditukar dengan berat yang sama dari emas. Di negara-negara gurun pasir, orang tahu bahwa asupan garam adalah jaminan ketahanan hidup mereka. Bagi orang-orang ini, tambang garam sinonim dengan tambang emas.

Air, garam, dan kalium bersama-sama mengatur kandungan air dalam tubuh. Garam mengatur kandungan air di dalam sel-sel dengan memasuki semua sel yang bisa dicapainya. Air harus tiba di sana untuk membersihkan dan menarik sampah racun dari metabolisme sel. Sekali air memasuki sel, kandungan kalium dari sel akan menahannya di sana—sejauh tersedia kalium di dalam sel. Bahkan dalam dunia tanaman, kalium di dalam buahlah yang memberinya kekerasan dengan menahan air di dalam buah.

Makanan harian kita mengandung banyak kalium dari sumber alami buah dan sayuran, tetapi tidak mengandung garam dari sumber alaminya. Inilah sebabnya kita perlu menambahkan garam ke diet harian kita. Catatan: Jangan menggunakan terlalu banyak kalium sebagai suplemen diet. Kalium bisa menimbulkan masalah.

.===========

Bagaimana Garam Mempengaruhi Cairan Tubuh Kita

Garam memaksa sejumlah air menemaninya di luar sel-sel (retensi osmosis air oleh garam). Garam menyeimbangkan jumlah air yang ditahan di luar sel-sel.

Pada dasarnya, ada dua “lautan” air di dalam tubuh: Yang pertama ditahan di dalam sel tubuh, dan yang lainnya di tahan di luar sel tubuh. Kesehatan yang baik akan tergantung pada keseimbangan yang halus antara volume kedua lautan ini. Keseimbangan ini dicapai melalui asupan air yang teratur, buah dan sayur yang kaya akan kalium serta juga mengandung vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, dan garam.

Lebih dipilih garam laut yang kasar, yang mengandung beberapa mineral lain yang dibutuhkan tubuh. Ketika tidak tersedia air untuk memasuki sel-sel dengan bebas, air disaring dari “lautan” asin di luar sel dan disuntikkan ke dalam sel-sel yang telah bekerja terlalu keras meskipun kekurangan air. Cara sekunder dan darurat untuk memasok air ke sel-sel yang penting tadi (yang otomatis dilakukan oleh tubuh) adalah alasan mengapa pada dehidrasi yang parah kita menahan air dan mengalami edema (Edema adalah pembengkakan dibagian tubuh tertentu oleh karena berakumlasinya cairan di ruang jaringan sel) —agar lebih banyak air yang tersedia untuk ditarik, disaring, dan disuntikkan ke dalam sel-sel.

Rancangan tubuh kita adalah sedemikian rupa, sehingga dalam keadaan darurat luasnya lautan air di luar sel diperluas agar lebih banyak air yang dicadangkan untuk disaring dan disuntikkan ke dalam sel-sel vital. Untuk mencapai ini, otak memerintahkan peningkatan penahanan garam dan air oleh ginjal. Perintah otak inilah yang membuat kita mendapatkan edema ketika kita tidak cukup minum air.

Ketika kekurangan air dalam tubuh mencapai tingkat yang lebih kritis, dan pengiriman air melalui suntikan ke dalam sel-sel menjadi rute utama pasokan ke semakin banyak sel, diperlukan peningkatan tekanan suntikan. Peningkatan tekanan yang dibutuhkan untuk menyuntikkan air ke dalam sel-sel tersebut diberi nama “hipertensi”, atau tekanan darah tinggi.

Pada awalnya, proses penyaringan dan penyuntikan air ke dalam sel-sel lebih efisien di malam hari ketika tubuh berada dalam posisi horizontal (posisi tidur). Pada posisi ini, kumpulan air, yang selama siang hari terutama bertahan di tungkai kaki, tidak harus melawan daya gravitasi untuk memasuki peredaran darah.

Jika pengandalan pada proses hidrasi darurat ini berlangsung cukup lama, paru-paru mulai terendam air di malam hari, dan pernapasan menjadi sulit. Orang itu membutuhkan lebih banyak bantal untuk tidur dalam posisi duduk. Kondisi ini dikenal sebagai asma kardiak, dan ini adalah konsekuensi dari dehidrasi. Tetapi, dalam kondisi ini Anda tidak boleh membebani sistem dengan minum terlalu banyak air pada saat awal. Peningkatan asupan air harus dilakukan perlahan-lahan dan tersebar—sampai produksi kemih mulai meningkat dengan kecepatan yang sama dengan Anda meminum air.

Ketika kita minum cukup air untuk menghasilkan kemih yang tidak jernih, kita juga mengeluarkan banyak garam yang tadinya ditahan. Beginilah kita menyingkirkan cairan edema dari tubuh. Bukan dengan diuretika (Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin), tetapi dengan lebih banyak air! Air adalah diuretika alami terbaik yang pernah ada.

Pada orang yang mengalami edema yang meluas dan kadang-kadang jantungnya berdetak tidak berirama atau cepat oleh sedikit aktivitas, peningkatan asupan air harus bertahap dan tersebar, tetapi air tidak boleh dipuasakan dari tubuh.

Asupan garam harus dibatasi selama dua atau tiga hari karena tubuh masih berada dalam modus menahan garam. Sekali edema telah lenyap, garam harus kembali ditambahkan ke diet. Jika terdapat denyut jantung yang tidak teratur, atau denyut nadinya cepat dan keras tetapi tidak terdapat edema, peningkatan air, garam, dan mineral lain, seperti magnesium, kalsium, dan beberapa kalium akan meredakan masalah.

Senin, 16 November 2015

Identity Disorder

Kejiwaan manusia pasti berbeda setiap individunya. Manusia diciptakan untuk menjadi individunya yang berbeda - beda yang memiliki ciri khas tersendiri. Tetapi, tidak dapat dipungkiri juga bilamana ada beberapa individu yang memilikik kejiwaan yang berbeda tidak seperti selayaknya manusia biasa. maksud dari ini yaitu ada beberapa jenis gangguan kejiwaan pada manusia. Gangguan kejiwaan yang dimaksud dapat berpotensi membahayakan, melukai atau mengancam jiwa sang manusia aatu individunyha sendiri serta orang lain disekitarnya. Salah satu contohnya adalah “Multiple Identitiy Disorder" artinya Gangguan Identitas Disosiatif atau bisa sama dengan Gangguan Identitas Jenis Kelamin.
Gangguan Identitas Disosiatif adalah gangguan jiwayang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta caara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Ciri-ciri umum penderita:
1.      Penderita mengalami perasaan tidak nyata, merasa terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental
2.      Penderita merasa tidak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sebagai oranng yang asing atau tidak nyata
3.      Mengalami distorsi waktu, amnesia dan penyimpangan waktu
4.      Berubah-ubahnya kondisi penderita terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain
5.      Sakit kepala dan keinginan untuk bunuh diri
Gangguan Identitas Jenis Kelamin atau Gender Indentification Disorder adalah suatu kondisi yang memiliki karakteristik berupa perasaan tiadk nyaman atu rasa ketidaksesuaian yang menetap terhadap anatomi seksual yang dimilikiny. GID sering disebut juga transeksualisme, dapat juga didefinisikan sebagai perbedaan antara jenis kelamin psikologis dan seks morfologi, biologi, dan sosial yang sering dianggap “non-self” dan milik lawan jenis. Etiologi gangguan ini belum jelas.
Gangguan identitas diri termasuk juga pada golongan gangguan konsep diri. Gangguan konsep diri merupakan suatu kondisi, suatu keadaan dimana individu mengalami atauberesiko mengalami kondisi perubahan perasaan pikiran atau pandangan dirinya sendiri yang negatif (carpenito, 2001). Salah satu gangguan konsep diri tersebut yaitu identitas diri. Identitas diri merupakan kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sinteasa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh (Stuart, 2007). Seseorang yang mempunyai perasaan identitas yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada duanya. Kemandirian timbul dari perasaan berharga (respek terhadap diri sendiri), kemampuan dan penyesuaian diri seseorang yang mandiri dapat mengatur dan menerima dirinya.
Orang tua yang kurang berperan dalam menjalankan fungsi keayahannnya akan membawa berbagai dampak yang buruk untuk anaknya. Dampak buruk tersebut contohnya dampak terhadap identitas dan peran seksual anaknya. Seseorang dikatakan menderita gangguan identitas gender bila ia dilahirkan sesuai dengan keadaan biologi yang normal, namun ia sendiri merasa memiliki jiwa yang berlawanan dengan jenis kelamin biologinya saat ini. Akibatnya, sebagian penderita berusaha menghilangkan tanda-tanda kelamin yang asli dan bertindak sebagai lawan jenisnya; sebagian lagi sampai melakukan operasi kelamin. Bila ditelusuri, kurangnya model kepriaan, sebagaimana yang terjadi bila ayah jarang hadir dalam kehidupan anak, akan membuat indentifikasi anak laki-laki lebih kuat kepada figur kewanitaan. Berbagai penelitian menunjukkan hal yang bahwasanya anak laki-laki yang mengalami masalah dalam identitas jenis kelamin lebih banyak memiliki ayah yang kurang peduli dan tidak ambil bagian dalam mengasuh anak tersebut bila dibandingkan dengan anak laki-laki yang tidak memiliki masalah dalam hal yangh sama.
Karateristik khas dari individu gangguan ini yaitu tidak menyukai baju/ pakaian ataupun aktivitas yang biasa dilakukan orang dengan jenis kelamin (fisiknya) dan sering memilih untuk melakukan cross-dressing (memiliki busana atau aksesoris lawan jenisnya), banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan identitas gender, faktor biologis ditengarai menyebabkan gangguan ini salah satu contohnya yaitu karena pengaruh hormon menurut peneliti Bradley dan Zucker (dalam Halgin & Susan, 2003) selain faktor biologis, faktor lingkungan dan keluarga dapat menjadi faktor utama penyebab gangguan identitas disorder ini.
Dalam salah satu kes telah disebutkan bahwa terdapat 3 lelaki islam yang diciptakan mengalami gangguan identitas jentina (Gender Identity Disorder). Mahkamah menerima keterangan yang mengatakan disebabkan oleh gangguan ini mereka telah menzahirkan diri mereka sebagai wanita sejak kecil dan menunjukkan tingkah laku kewanitaan seperti memakai pakaian wanita, menggunakan solekan. Lelaki yang berpakaian wanita ditempat awam merupakan suatu kesalahan dalam kesalahan jenayah syasiah di negeri sembilan. Tiga lelaki yaitu perayu dalam kes ini telah beberapa kali ditahan dan didakwa dibawah perubtukan undang-undang tersebut.

Didalam kisah novel In the Miso Soup, penulis menganalisis gangguan disosiatif dalan dengan menggunakan teori gangguan disosiatif, dengan tujuan memberikan informasi dan wawasan secara jelas mengenai gangguan disosiatif yang dialami oleh frank. Penulis menyimpulkan data dan menganalisis beberapa bagian dalam novel tersebut melalui teori yang digunakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dan studi kepustakaan. Dari analisis tersebut, penulis dapat mengetahui tokokh Fronk mengalami gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif yang dialami oleh tokoh fronk adalah gangguan depersonalisasi dan gangguan identitas disosiatif.